MAKALAH KELOMPOK 4
MAKALAH KEWIRAAN / CIVIC EDUCATION
IDENTITAS DAN INTEGRASI NASIONAL
Dosen Pengampu :
Haryadi, M.Pd
Nama Penyusun :
1. Abdul Mugits
2. Amum Nawawi
3. Fatimah Thozahro
4. Tasqiyah Nurhalizah
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM JAMIAT KHEIR
2023
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan
kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-
Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “IDENTITAS DAN
INTEGRASI NASIONAL” tepat waktu.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari Pak Hariyadi,M.Pd. pada
MATKUL KEWIRAAN di Institut Agama Islam Jamiat Kheir. Selain itu, penulis juga
berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca. Tugas yang telah
diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni
penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah
membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah
ini.
Jakarta, 19 April 2024
Fatimah thozahro
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. ii
BAB I ........................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1
A. Latar belakang ............................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................................................. 2
BAB II ...................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ...................................................................................................................... 3
A. Pengertian Identitas Nasional ....................................................................................... 3
B. Faktor Pembentuk Identitas Nasional .......................................................................... 5
C. Pengertian Integrasi Nasional. ...................................................................................... 8
D. Hubungan Antara Dentitas Nasional Dengan Integrasi Nasional ............................. 9
BAB III ................................................................................................................................... 11
PENUTUP .............................................................................................................................. 11
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 11
B. Saran .............................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam era globalisasi yang terus berkembang, identitas nasional dan
integrasi nasional menjadi dua konsep yang semakin relevan dan penting dalam
memahami dinamika sosial, politik, dan budaya suatu negara. Identitas
nasional mencerminkan kesadaran kolektif dan rasa solidaritas yang dirasakan
oleh warga negara sebagai bagian dari suatu entitas nasional, sementara
integrasi nasional merujuk pada upaya untuk menyatukan berbagai kelompok
sosial, budaya, dan etnis dalam suatu negara menjadi satu kesatuan yang
kokoh.
Dalam makalah ini, kami akan mengeksplorasi konsep identitas
nasional dan integrasi nasional secara mendalam, menganalisis hubungan
antara keduanya, serta mempertimbangkan tantangan dan peluang yang
dihadapi dalam membangun identitas nasional yang inklusif dan memperkuat
integrasi nasional. Dengan mengambil pendekatan interdisipliner yang
melibatkan bidang sejarah, sosiologi, politik, dan budaya, kami akan
membahas peran identitas nasional dan integrasi nasional dalam membentuk
stabilitas sosial, keberlanjutan politik, dan kemajuan ekonomi suatu negara.
Makalah ini juga akan meninjau berbagai strategi dan kebijakan yang
dapat diterapkan untuk memperkuat identitas nasional dan integrasi nasional,
serta menganalisis dampak globalisasi, konflik etnis, dan perbedaan budaya
terhadap proses tersebut. Dengan memahami secara mendalam konsep-konsep
ini, diharapkan kita dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik
tentang dinamika sosial dan politik dalam konteks global yang berubah dengan
cepat.
Dengan demikian, makalah ini bertujuan untuk memberikan kontribusi
pada diskusi yang sedang berlangsung tentang pentingnya memelihara
identitas nasional yang kuat dan memperkuat integrasi nasional dalam
menghadapi tantangan dan peluang abad ke-21. Dengan demikian, mari kita
memulai perjalanan ini untuk menjelajahi konsep-konsep yang mendasari
stabilitas dan keberlanjutan suatu bangsa.
B. Rumusan Masalah
1. Mendeskripsikan Identitas Dan Integrasi Nasional.
2. Menganalisis Identitas Dan Integrasi Nasional..
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Identitas Dan Integrasi Nasional.
2. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih medetail tentang Identitas Dan
Integrasi Nasional.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Identitas Nasional
Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri yang dimiliki setiap pihak
yang dimaksud sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang
lain. Sedangkan nasional atau Nasionalisme memiliki arti suatu paham, yang
berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada
Negara kebangsaan. Identitas nasional adalah kepribadian nasional atau jati diri
nasional yang dimiliki suatu bangsa yang membedakan bangsa satu dengan
bangsa yang lainnya.
Identitas nasional dalam kosteks bangsa cenderung mengecu pada
kebudayaan, adat istiadat, serta karakter khas suatu negara. Sedangkan
identitas nasional dalam konteks negara tercermin dalam simbol-simbol
kenegaraan seperti: Pancasila, Bendera Merah Putih, Bahasa Nasional yaitu
Bahasa Indonesia, Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Dasar
Falsafah negara yaitu Pancasila, Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD
1945 serta Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat. Pahlawan – pahlawan rakyat pada masa perjuangan nasional seperti
Pattimura, Hasanudin, Pangeran Antasari dan lain – lain.
Dengan terwujudnya identitas bersama sebagai bangsa dan negara
Indonesia dapat mengikat eksistensinya serta memberikan daya hidup. Sebagai
bangsa dan negara yang merdeka, berdaulat dalam hubungan internasional
4
akan dihargai dan sejajar dengan bangsa dan negara lain. Identitas bersama itu
juga dapat menunjukkan jatidiri serta kepribadiannya. Rasa solidaritas sosial,
kebersamaan sebagai kelompok dapat mendukung upaya mengisi
kemerdekaan. Dengan identitas bersama itu juga dapat memberikan motivasi
untuk mencapai kejayaan bangsa dan negara di masa depan.
Identitas nasional merupakan suatu konsep kebangsaan yang tidak
pernah ada padanan sebelumnya. Perlu dirumuskan oleh suku-suku tersebut.
Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki
oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lain. Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat
terutama karena pengaruh kekuasaan internasional.
Ciri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi
pengaruh budaya asing akan menghadapi challence dan response. Jika
challence cukup besar sementara response kecil maka bangsa tersebut akan
punah dan hal ini sebagaimana terjadi pada bangsa Aborigin di Australia dan
bangsa Indian di Amerika. Namun demikian jika challance kecil sementara
response besar maka bangsa tersebut tidak akan berkembang menjadi bangsa
yang kreatif.
Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi
globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang
merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan
kreatifitas budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia,
justru dalam era globalisasi dengan penuh t antangan yang cenderung
4
akan dihargai dan sejajar dengan bangsa dan negara lain. Identitas bersama itu
juga dapat menunjukkan jatidiri serta kepribadiannya. Rasa solidaritas sosial,
kebersamaan sebagai kelompok dapat mendukung upaya mengisi
kemerdekaan. Dengan identitas bersama itu juga dapat memberikan motivasi
untuk mencapai kejayaan bangsa dan negara di masa depan.
Identitas nasional merupakan suatu konsep kebangsaan yang tidak
pernah ada padanan sebelumnya. Perlu dirumuskan oleh suku-suku tersebut.
Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki
oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lain. Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat
terutama karena pengaruh kekuasaan internasional.
Ciri khas suatu bangsa yang merupakan local genius dalam menghadapi
pengaruh budaya asing akan menghadapi challence dan response. Jika
challence cukup besar sementara response kecil maka bangsa tersebut akan
punah dan hal ini sebagaimana terjadi pada bangsa Aborigin di Australia dan
bangsa Indian di Amerika. Namun demikian jika challance kecil sementara
response besar maka bangsa tersebut tidak akan berkembang menjadi bangsa
yang kreatif.
Oleh karena itu, agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi
globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang
merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan
kreatifitas budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia,
justru dalam era globalisasi dengan penuh tantangan yang cenderung
5
menghancurkan nasionalisme, muncullah kebangkitan kembali kesadaran
nasional.
B. Faktor Pembentuk Identitas Nasional
Terdapat dua faktor penting dalam pembentukan identitas nasional
yaitu faktor primodial dan faktor kondisional. Faktor primodial atau faktor
objektif adalah faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa
tersebut seperti geografi, ekologi dan demografi. Kondisi geografis-ekologis
yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis
dan terletak di persimpangan jalan komunikasi anta rwilayah dunia di Asia
Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis,
ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia. Sedangkan faktor kondisional
atau faktor subyektif adalah keadaan yang mempengaruhi terbentuknya
identitas nasional. Faktor subyektif meliputi faktor historis, sosial, politik, dan
kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Faktor historis ini mempengaruhi
proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia, beserta identitasnya,
melalui interaksi berbagai faktor yang terlibat di dalamnya. Hasil dari interaksi
dari berbagai faktor tersebut.
Selain itu terdapat factor lain yaitu faktor sakral dapat berupa kesamaan
agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktriner yang diakui oleh
masyarakat yang bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sakral
yang dapat membentuk bangsa negara. Faktor sakral ikut menyumbang
terbentuknya satu nasionalitas baru. Negara Indonesia diikat oleh kesamaan
6
ideologi Pancasila. Tokoh kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan
dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa
negara. Pemimpin di beberapa negara dianggap sebagai penyambung lidah
rakyat, pemersatu rakyat dan simbol pemersatu bangsa yang bersangkutan.
Contohnya Soekarno di Indonesia, Nelson Mandela di Afrika Selatan,
Mahatma Gandhi di India, dan Tito di Yugoslavia.
Prinsip kesediaan warga bangsa bersatu dalam perbedaan (unity in
deversity) juga menjadi faktor pembentuk identitas nasional. Yang disebut
bersatu dalam perbedaan adalah kesediaan warga bangsa untuk setia pada
lembaga yang disebut negara dan pemerintahnya tanpa menghilangkan
keterikatannya pada suku bangsa, adat, ras, agamanya. Sesungguhnya warga
bangsa memiliki kesetiaan ganda (multiloyalities). Warga setia pada identitas
primordialnya dan warga juga memiliki kesetiaan pada pemerintah dan negara,
namun mereka menunjukkan kesetiaan yang lebih besar pada kebersamaan
yang terwujud dalam bangsa negara di bawah satu pemerintah yang sah.
Mereka sepakat untuk hidup bersama di bawah satu bangsa meskipun berbeda
latar belakang.
Oleh karena itu, setiap warga negara perlu memiliki kesadaran akan arti
pentingnya penghargaan terhadap suatu identitas bersama yang tujuannya
adalah menegakkan Bhinneka Tunggal Ika atau kesatuan dalam perbedaan
(unity in deversity) suatu solidaritas yang didasarkan pada kesantunan
(civility). Faktor yang tak kalah penting yaitu sejarah. Persepsi yang sama
7
diantara warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri
dalam satu bangsa. Persepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu, seperti
sama-sama menderita karena penjajahan, tidak hanya melahirkan solidaritas
tetapi juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota masyarakat
itu.
Perkembangan ekonomi (industrialisasi) akan melahirkan spesialisasi
pekerjaan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi
mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling tergantung diantara
jenis pekerjaan. Setiap orang akan saling bergantung dalam memenuhi
kebutuhan hidup. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat
karena perkembangan ekonomi, akan semakin besar solidaritas dan persatuan
dalam masyarakat. Solidaritas yang terjadi karena perkembangan ekonomi oleh
Emile Durkheim disebut Solidaritas Organis. Faktor ini berlaku di masyarkat
industri maju seperti Amerika Utara dan Eropa Barat. Lembaga-lembaga
pemerintahan dan politik. Lembaga-lembaga itu seperti birokrasi, angkatan
bersenjata, pengadilan, dan partai politik. Lembaga-lembaga itu melayani dan
mempertemukan warga tanpa membeda-bedakan asal usul dan 7 golongannya
dalam masyarakat. Kerja dan perilaku lembaga politik dapat mempersatukan
orang sebagai satu bangsa. Integrasi nasional merujuk pada proses atau usaha
untuk menggabungkan berbagai elemen yang beragam dalam suatu negara
menjadi satu kesatuan yang kuat, stabil, dan harmonis. Ini melibatkan
pembangunan kesadaran nasionalisme, persatuan, dan solidaritas di antara
8
warga negara, terlepas dari perbedaan etnis, budaya, agama, atau bahasa.
Integrasi nasional bertujuan untuk memperkuat identitas nasional dan
meminimalkan konflik internal, serta menciptakan fondasi yang kokoh untuk
pembangunan dan kemajuan bersama.
C. Pengertian Integrasi Nasional.
Integrasi nasional adalah proses atau upaya untuk mempersatukan
beragam kelompok sosial, bian udaya, dan politik di dalam suatu negara
menjadi satu kesatuan yang kokoh dan harmonis. Tujuan dari integrasi nasional
adalah untuk menciptakan solidaritas, kesatuan, dan stabilitas dalam suatu
bangsa.
Integrasi nasional merujuk pada proses atau usaha untuk
menggabungkan berbagai elemen yang beragam dalam suatu negara menjadi
satu kesatuan yang kuat, stabil, dan harmonis. Ini melibatkan pembangunan
kesadaran nasionalisme, persatuan, dan solidaritas di antara warga negara,
terlepas dari perbedaan etnis, budaya, agama, atau bahasa. Integrasi nasional
bertujuan untuk memperkuat identitas nasional dan meminimalkan konflik
internal, serta menciptakan fondasi yang kokoh untuk pembangunan dan
kemajuan bersama.
Proses integrasi nasional dapat mencakup berbagai aspek, termasuk
pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai persatuan, kebijakan ekonomi
yang meratakan pembangunan di seluruh wilayah negara, struktur politik yang
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Identitas nasional yang kuat dapat menjadi fondasi yang kuat bagi
integrasi nasional. Ketika warga negara merasa memiliki kesamaan dalam hal
sejarah, budaya, bahasa, dan nilai-nilai, mereka cenderung lebih terbuka
terhadap integrasi dengan kelompok-kelompok lain dalam masyarakat.
Namun, penting untuk diingat bahwa identitas nasional yang eksklusif
atau dominan oleh satu kelompok tertentu dapat menghambat integrasi
nasional. Oleh karena itu, penting bagi suatu negara untuk mempromosikan
identitas nasional yang inklusif, yang mengakui dan menghargai keberagaman
dalam masyarakat, serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga
negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial
negara.
Dalam kesimpulan, identitas nasional dan integrasi nasional merupakan
dua konsep yang saling terkait dan saling mendukung dalam membangun
masyarakat yang kokoh dan bersatu. Dengan memperkuat identitas nasional
yang inklusif dan mendorong integrasi sosial yang adil, suatu negara dapat
menciptakan fondasi yang kuat bagi kemajuan dan keberlanjutan di masa
depan.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka
penulis berkeinginan saran kepada pembaca yaitu : Agar para pembaca merasa
pentingnya untuk mempelajari apa itu identitas dan integrasi nasional secara
jelas.
Komentar
Posting Komentar